Boy Candra


"Tetap tenang. Lanjutkan tujuan. Jalan masih panjang. Dia hanya ingin diingat sebatas kenang."

"Setiap malam kita bisa memadamkan lampu namun tak bisa mematikan rindu."

"Sesuatu yang bermanfaat lebih penting dari pada sesuatu yang sekadar dipandang hebat. Karena yang bermanfaat itu terasa, yang hebat kadang cuma untuk pandangan mata."

"Istilah “beli kaca, dan bercerminlah!’ sebelum diucapkan ke orang lain. Ada baiknya, belajar bercermin sendiri lebih dulu. Nanti kalau yang disarankan minta ajari cara bercermin dan kamu tidak pandai, ketahuan kan kamunya yang jarang ngaca."

"Kalaulah sampai di sini saja, simpanlah segala yang pernah indah –lupakan hal-hal yang membuat luka dan patah. Kelak kita bertemu, jadilah teman yang baru."

"Jangan terlalu banyak membuat kecewa, sebab usia tidak ada yang tahu."

"Beberapa orang memutuskan untuk keluar dari dunia sosial media, lalu merasa lebih bahagia berada di dunia sosial yang nyata."

"Beberapa orang terjebak dalam kebahagiaan pamer di sosial media, sampai lupa tumpukan hutang di dunia sosial yang nyata."

"Maafkan yang membuatmu sedih hari ini. Ikhlaskan yang memilih pergi hari ini. Lupakan yang membuat salah padamu hari ini. Karena segala masalah yang dibawa tidur, hanya akan merusak diri sendiri."

"Jangan berharap kesepakatan yang sama akan kamu dapat saat seseorang datang dengan suasana pergi. Kadang, datang memohon, pergi diam-diam saja."

"Mari saling melanjutkan langkah melalui peta masing-masing. Temukan harta karun yang kau cari. Kutemukan kebahagiaan yang kuingini. Kita harus saling memahami; kita tidak bisa lagi sepaham sehati."

"Ada udang di balik batu. Ada rindu saat tak ada kamu."

"Sesekali, dalam waktu sepimu. Coba tanya; apa benar kau sudah benar-benar melupakan?"

"Teruslah memilih hujan yang deras untuk tenggelam. Kupilih ruang yang jauh untuk berdiam. Irama lagu-lagu, rangkai cerita buku-buku, dan segala sesuatu yang pernah dinamai rindu, tak lebih sebatas masa lalu. Masalah yang sudah berlalu."

"Aku tidak kurang piknik. Aku hanya kurang diterima saja di hatimu."

"Mentang-mentang sudah dengan yang baru. Kau lupa siapa dulu yang sering bikin rindu?"

"Katamu tak mau pisah. Ujungnya kau yang membuat patah."

"Saat kau tak menyukai seseorang. Apakah aku juga harus tidak menyukai orang itu hanya karena kita berteman?"

"Merasa seleramu selalu lebih baik dari orang lain adalah bentuk selera yang buruk."

"Orang yang enggak tahu, dikasih tahu saja. Jangan dinyinyirin. Kasian. Kan sudah ngaku nggak tahu."

"Masihkah kamu menunggu seseorang yang jauh dan tenggelam. Dia yang menyerah untuk tidak pulang. Dia yang menemukan dunia yang bukan kamu."

"Dulu kita sampai dititik saling mencemaskan bila tak ada kabar. Kini sampai dititik saat bertemu, hanya sebatas, ‘hehe, apa kabar?’. Lalu saling canggung, lalu saling pulang."

"Selamat malam orang-orang yang tak dipilih, namun tetap bisa tersenyum dengan bahagia."

"Setiap orang ingin dimengerti. Tetapi tidak semua belajar mengerti orang lain."

"Ada yang sedang menabung dengan sangat keras, biar bisa bersama lebih lama. Ada yang sedang menghabiskan uang untuk kebersamaan yang sementara."

"Beberapa orang memilih menggembok instagram, tapi membuka hatinya. Beberapa lagi malah sebaliknya, menutup rapat-rapat hatinya sebab takut terluka. Meski menebar senyum pada sekitarnya."

"Ada yang selalu berusaha untuk bertemu namun terhalang banyak pekerjaan. Ada yang seharusnya bisa sering bertemu namun terhalang banyak alasan."

"Siapa pun yang sedang jatuh cinta akan menyebarkan energi jatuh cinta dari dirinya untuk dunia."

"Saat kamu suka mengeluh pada orang lain. Akan tiba saatnya kamu juga akan mendapat banyak keluhan orang lain. Gimana rasanya jadi tempat keluhan?"

"Di hari-hari terburukku kau pernah menjadi yang terbaik menemaniku."

"Benar dan merasa benar itu beda. Dan, kadang kita susah membedakan itu."

Pages : 1 | 2

Komentar

Kutipan Terpopuler

Kutipan "Kata Bijak" Buddha

Kutipan "Kata-Kata" Chairil Anwar

Kutipan "Kata-Kata" Kurt Cobain

Kutipan "Kata-Kata" AXL Rose

Kutipan Film - Spider-Man 2

Kutipan Film - Spiderman 2