Kutipan "Kata Bijak" Imam Ghazali


Ia memiliki nama lengkap Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali at-Thusi as-Syafi’i, atau lebih dikenal dengan Imam Al-Ghazali. Ia adalah salah satu tokoh muslim terkemuka sepanjang masa. Selain dikenal sebagai ulama, Imam Al-Ghazali juga dikenal sebagai seorang filsuf, psikolog, dokter, ahli hukum, serta sufi yang sangat berpengaruh di dunia islam.

Imam Ghazali dilahirkan pada tahun 450 H atau bertepatan dengan tahun 1058 M di sebuah kota bernama Thus, Khurasan, Persia (Iran). Ia berasal dari keluarga ahli tenun, Ayahnya sendiri adalah seorang pengrajin sekaligus penjual kain shuf (wol) di kota Thus.

Imam Ghazali dijuluki sebagai Hujjatul Islam (sang pembela islam) karena taraf keilmuannya yang tinggi. Di usianya yang masih terbilang muda, ia telah menguasai berbagai ilmu pengetahuan seperti; bahasa arab, bahasa parsi, ilmu ushuluddin, ilmu mantiq, usul fikih, ilmu fikih, ilmu hikmah dan filsafat.

Kecintaannya terhadap ilmu membawa Imam Ghazali menimba ilmu dari banyak guru dan dari berbagai wilayah. Mulai dari kota Thus, Jurjan, Naisabur, hingga ke Bahgdad. Puluhan hasil karya yang ditulisnya menjadi bukti kecerdasan dan keluasan ilmu yang dimiliki Imam Ghazali.

Kutipan :

"Orang munafik mencari-cari kesalahan, sementara orang beriman mencari permintaan maaf."

"Belum pernah aku berurusan dengan sesuatu yang lebih sulit daripada jiwaku sendiri, yang terkadang membantuku, dan terkadang menentangku."

"Lidah memang sangat kecil dan ringan, tapi ia bisa mengangkatmu ke derajat paling tinggi atau justru menjerumuskanmu ke kedalaman terendah."

"Seseorang dengan akhlak buruk menghukum jiwanya sendiri."

"Begitu banyak orang yang merasa begitu puas menghitung biji tasbih setiap kali menyebut nama Allah, tetapi mereka tak punya tasbih untuk menghitung ucapan sia-sia yang tak terbilang banyaknya."

"Untuk kesehatan yang baik, kendalikan makananmu. Untuk jiwa yang baik, kendalikan dosa-dosamu, dan untuk keimanan yang baik, kirimkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW."

"Nafsu bisa membuat seorang Raja menjadi Budak. Sementara sabar bisa membuat seorang Budak menjadi Raja."

"Kasih sayang di antara sesama hamba Allah adalah ketika seseorang menginginkan kebaikan bagi orang lain sama seperti kebaikan yang diinginkan untuk dirinya sendiri, dan tingkatkan tertinggi dari itu adalah mengutamakan kepentingan orang lain di atas kepentingannya sendiri."

"Dengan ilmu pengetahuan, manusia memiliki peluang untuk mencapai derajat malaikat. Sementara menuruti hawa nafsu akan membuat manusia berpeluang jatuh tersungkur lebih rendah dari derajat binatang."

"Untuk mendapatkan apa yang kamu suka, pertama-tama kamu harus bisa bersabar dengan apa yang kamu benci."

"Jiwa manusia itu seperti cermin yang memantulkan bayangannya. Kebajikan akan membuat jiwa itu bersinar, sementara keburukan akan membuatnya gelap."

"Kebahagiaan adalah ketika seseorang mampu menguasai nafsunya, sementara kesengsaraan adalah ketika seseorang dikuasai oleh nafsunya."

"Barangsiapa mengeluhkan karakter buruk orang lain, berarti ia telah mengungkapkan keburukan karakternya sendiri."

"Jika Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya, Dia akan memberi wawasan pada hamba tersebut untuk melihat kesalahan yang ada dalam dirinya."

"Dunia tampak stagnan padahal bergerak, dunia terlihat menjanjikan padahal penuh tipu daya."

"Potensi keberadaan ilmu pengetahuan dalam diri manusia ibarat benih dalam tanah. Dengan mempelajarinya, potensi tersebut akan menjadi aktual (bernilai guna)."

"Wahai kawan, kain kafan untuk kuburanmu nanti mungkin saat ini sudah sampai di pasaran, namun kamu masih belum juga sadar."

"Hati manusia tidak akan pernah menyetujui apa yang salah, kecuali hati yang sudah berkarat dengan kemaksiatan sehingga tidak mampu lagi membedakan antara yang benar dan yang salah."

"Perkataan lembut mampu melunakkan hati yang lebih keras dari batu, sementara perkataan kasar mampu mengeraskan hati yang lebih lembut dari sutra."

"Dosa tidak akan pernah berubah menjadi ketaatan hanya dengan niat baik."

"Ilmu tanpa amal tidak ada gunanya, sementara amal tanpa ilmu adalah suatu kebodohan."

"Segala sesuatu yang ditakdirkan untukmu akan sampai kepadamu meskipun jarak antara sesuatu itu denganmu sejauh antara dua gunung. Dan segala sesuatu yang tidak ditakdirkan untukmu tak akan sampai kepadamu meskipun jarak antara sesuatu itu dengan dirimu sedekat antara dua bibir."

"Ketahuilah bahwa syukur itu berasal dari tingkatan maqam yang paling tinggi, dan itu lebih tinggi dari sabar, khauf (takut), dan zuhud."

"Barangsiapa telah berumur lebih dari 40 tahun, sedangkan amal baiknya belum mampu mengalahkan amal buruknya, maka bersiap-siaplah dia masuk neraka."

Komentar

Kutipan Terpopuler

Kutipan "Kata Bijak" Buddha

Kutipan "Kata-Kata" Chairil Anwar

Kutipan "Kata-Kata" Kurt Cobain

Kutipan Film - Spider-Man 2

Kutipan Film - Spiderman 2