Kutipan "Kata-Kata" Agus Noor


Agus Noor (lahir di Tegal, Jawa Tengah, 26 Juni 1968; umur 51 tahun) adalah sastrawanberkebangsaan Indonesia. Agus Sejak muda, Agus Noor telah berkecimpung di dunia sastra dengan menulis karya-karya puisi dan prosa.

Dia merupakan penulis naskah untuk program Sentilan Sentilun Metro TV yang diadopsi dari naskah monolognya, Matinya Sang Kritikus, yang sebelumnya telah dipentaskan di sejumlah kota oleh Butet Kertaradjasa.

Kutipan :

"Aku akan menjadi kopimu,
yang rela mengendap sebagai kepedihanmu;
yang sabar menghangatkan kesedihanmu.
Biarkan harum tubuhku, menenangkan jiwamu."

"Jangan melihat hujan dari apa yang jatuh, tapi pada apa yang akan tumbuh."

"Tanpa cinta, kemerdekaan hanya laut hampa,
Langit yang tak punya cakrawala!"

"Kalau orang biasa sinis, akan dianggap nyinyir. Tapi kalau filsuf sinis, itu disebut kritis."

"Mari seduh lagi sedih
pada secangkir kopi ini.
Tak ada cinta yang pergi,
ia hanya tak ingin kembali"

"Kuberi kau sepatah kata,
Bila suatu hari ia punah dari ingatanmu,
Ia akan tetap sampai, pada kerinduanmu."

"Perpisahan bukan hanya soal merelakan,
tapi juga bertahan mencintai dari kejauhan."

"Semua jalan yang kita lalui,
membawa kita pada rumah, akhirnya.
Jarak dan waktu, akan kita kekalkan sebagi rindu."

"Tak perlu air mata untuk kehilangan
Karena cinta mengajarkan kita
Untuk tak pernah memiliki apa-apa
Selain kecemasan."

"Serupa ciumanmu,
hanya harapan yang membuat kita percaya,
pada yang tak ada"

"Mana yang lebih hitam,
Secangkir kopi yang dibiarkan dingin
atau hati perempuan kesepian ?"

"Laki-laki romantis adalah laki-laki
Yang bisa membuat perempuan tertawa"

"Kau seperti gerimis di luar jendela.
Kesedihan ternyata bisa terasa sederhana,
saat kau tak ada."

"Aku akan selalu mengingat pagi bening
Suara cangkir berdenting dalam hening
gemericik air dituang, juga ciuman lembut
yang membangunkanku dari perasaan sia-sia"

"Maka secangkir kopi
mengajari rasa pahit
tanpa rasa benci"

"Di ingatanku,
Engkau daun yang tak pernah mampu
digugurkan oleh musim"

"Untuk apa manusia membuat jam,
Bila bahagia dan kesedihan
tak pernah tepat waktu"

"Padamu,
kerinduan ialah
perjalanan panjang
yang tak pernah membosankan"

"Takdir memang selalu punya cara
yang tak terduga agar selalu tampak mengejutkan"

"Sajak ini doa,
tangan yang menampung luka,
yang menjagamu,
agar kau merasa tak pernah sendirian,
dan ditinggalkan"

"Melupakanmu
hanyalah caraku
menipu rasa sakit"

"Pada kopi ada revolusi,
juga cinta yang tak pernah mati"

"Di bawah senja,
tubuhku menjelma lapangan kosong
Hanya ada kau,
berdiri di tengah-tengahnya,
memandang bahagia"

"Sedekat inikah kita, cinta.
setap bersedih, kau berteduh
dalam air mataku."

"Cinta barangkali hanya menyisakan untukku
perasaan sunyi dan terlupakan.
Tapi aku tak pernah menyesal mencintaimu."

"Bila kemerdekaan adalah laut,
pelukanmu perahu
yang menyelamatkanku"

Komentar

Kutipan Terpopuler

Kutipan "Kata Bijak" Buddha

Kutipan "Kata-Kata" Kurt Cobain

Kutipan "Kata-Kata" Chairil Anwar

Kutipan "Kata-Kata" AXL Rose

Kutipan "Kata-Kata" Benyamin Sueb

Kutipan Film - Spiderman 2

Kutipan Film - Spider-Man 2