Kutipan "Kata Bijak" Ahnaf bin Qais



Ahnaf bin Qais adalah seorang jenderal Muslim yang hidup pada zaman Nabi Muhammad. Dia berasal dari suku Arab Banu Tamim dan lahir dari dua orang tua yang mulia. Ayahnya menamainya ad-Dhahhak, tetapi semua orang memanggilnya al-Ahnaf, karena cacat di kakinya.

Kutipan :

"Bila Anda memasuki “belantara” tugas baru, bertindaklah bijak dan hormati orang-orang yang telah lebih dahulu hadir. Jangan buru-buru membuat kebijakan yang tidak populer dan memicu kebencian mereka. Kenali medannya dan jika tidak, Anda pasti dikomentari macam-macam yang sangat jauh dari kenyataan Anda yang sesungguhnya, dan gagal mendapat kepercayaan mereka."

"Kepemimpinan adalah tali pengikat kekuatan, bukan kekuatan itu sendiri."

"Seorang pemimpin sebenarnya tidak bisa berbuat apa-apa jika tidak didukung oleh orang-orang di sekitarnya. Maka, perhatikan siapa orang-orang yang bisa memperkuat Anda, lalu jagalah mereka dengan cinta yang tulus, saling menasehati, ide-ide cerdas, dan sikap ‘iffah (selalu memelihara diri)."

"Jagalah muru’ah dan kehormatan Anda di hadapan mereka. Jangan gemar mengobral rahasia dan melakukan tindakan bodoh yang merusak kehormatan Anda sendiri, atau menimbulkan madharat kepada orang lain."

"Jika dalam perjalanan selanjutnya Anda mendapati staf yang buruk dan tidak beres dalam melaksanakan tugas, tegur dan tunjukkan kesalahannya, daripada mendongkol dalam hati. Kadangkala, mereka keliru hanya karena tidak paham apa sebenarnya maksud pemimpinnya."

"Pemimpin yang bisa menjabarkan visinya dengan baik menjadi kunci organisasi yang efektif."

"Akan tetapi, ingat bahwa Anda tidak akan pernah mendapati staf dan anak buah yang tidak pernah melakukan kesalahan. Sebenarnya, jika kesalahannya dapat dihitung dengan jari, berarti Anda telah memiliki anak buah yang sempurna."

"Maka jangan mudah murka, sebab hanya akan memicu kesembronoan dan memanen penyesalan."

"Ingat, keadilan dan balasan yang baik hanya datang dari manusia-manusia mulia, bukan dari orang-orang rendahan, durjana, dan tolol."

"Jangan meradang, akan tetapi maklumi dan kasihanilah orang-orang itu, yang kedunguannya justru mengantar pada kebinasaannya sendiri."

"Jangan memenuhi pembicaraan Anda dengan obrolan tentang wanita dan makanan. Pembahasan tentang matsna (poligami) yang tidak terbukti dan hanya bahan olok-olok, tentu tidak produktif dan menjatuhkan martabat."

"Seorang pemimpin tidak akan memenuhi pikirannya dengan urusan perut dan bawah perut. Jika begitu, ia sebenarnya telah dikuasai hawa nafsu, dan inilah penyakit yang sangat berbahaya."

"Tidak ada kebaikan bagi kehidupan kecuali kesehatan dan keamanan."

"Tidak ada kebaikan sedekah kecuali dengan niat yang ikhlas."

"Tidak ada kebaikan bagi harta kecuali dengan kedermawanan."

"Tidak ada kebaikan bagi sahabat kecuali dengan kesetiaan."

"Tidak ada kebaikan bagi pembicaraan kecuali dengan amalan."

"Bila suatu saat Anda merasa diperlakukan tidak adil, atau dimusuhi dengan hebat di atas seluruh kebajikan yang Anda persembahkan, atau “air susu dibalas air tuba”, maka jangan buru-buru menuntut hak dan minta keadilan. Perhatikan baik-baik siapa sebenarnya orang yang tengah Anda hadapi."

Komentar

Kutipan Terpopuler

Kutipan "Kata Bijak" Buddha

Kutipan "Kata-Kata" Kurt Cobain

Kutipan "Kata-Kata" Chairil Anwar

Kutipan "Kata-Kata" AXL Rose

Kutipan "Kata-Kata" Benyamin Sueb

Kutipan Film - Spiderman 2

Kutipan Film - Spider-Man 2