Kutipan "Kata-Kata" Arswendo Atmowiloto


Arswendo Atmowiloto adalah penulis dan wartawan Indonesia yang aktif di berbagai majalah dan surat kabar seperti Hai dan KOMPAS. Ia menulis cerpen, novel, naskah drama, dan skenario film.

Kutipan :

"Kepasrahan - penyerahan secara ikhlas - adalah sesuatu yang wajar.
Bukan kalah. Bukan mengalah."

"Saya tidak merasa turun pamor atau naik gengsi dengan menjadi wartawan, penulis teks iklan atau presiden, atau sekadar peneliti komik atau acara televisi. Saya tidak merasa bergoyang dari sikap kepengarangan saya, selama saya masih bisa jujur, kreatif, dan terbuka."

"Tidak semua yang ada di dalam penjara itu napi. Dan tidak semua napi berada di dalam penjara."

"Wujud cinta adalah air mata."

"Ia merasa bahwa pengabdian dirinya adalah bagian yang pokok dari mengutarakan rasa bersyukur."

"Kalau aku mati, aku tak bisa minta dikremasi. Atau dibuang ke laut atau dikubur biasa. Terserah, mati bukan milikku lagi."

"Ada yang mengatakan saya ini gila menulis. Ini mendekati benar, karena kalau tidak menulis saya pastilah gila, dan karena gila makanya saya menulis."

"Kalaupun berbuat jahat, lebih baik bertobat meskipun tidak menyesal, daripada menyesal tapi tidak bertobat."

"Kekuasaan menjadi tidak baik ketika dia dimenangkan kepada kekuatan lain yang ada."

"Manusia hidup menunggu untuk mati."

"Semangat kejujuran ada dalam hati, dalam batin, dalam sukma yang mengatasi ikatan-ikatan yang membatasi diri kita."

"Ia tahu apa yang menjadi haknya, lewat jalan apa pun akhirnya akan jatuh ke tangannya pula. Sebaliknya apa yang belum menjadi miliknya, diberikan di depan mulut pun akan jatuh ke tanah. Gusti Allah sudah mengatur semuanya."

"Kehidupan justru terasakan dalam menunggu. Makin bisa menikmati cara menunggu, makin tenang dalam hati."

"Kekuasaan menjadi kuat ketika disangga, ditopang banyak kekuasaan. Bukan disatukan."

"Dari satu kerusakan, bisa dilahirkan perbaikan, meskipun juga melalui perusakan."

"Istilah korupsi, suap, pembobolan, mark up, catut, artinya sama. Tidak jujur. Artinya sama, tidak menuju ke keadilan sosial. Artinya, merampas nyawa kehidupan lain."

"Bukankah ini indah? Melihat keindahan orang yang kita cintai-pernah sangat dan masih teringat, berbahagia?"

Komentar

Kutipan Terpopuler

Kutipan "Kata Bijak" Buddha

Kutipan "Kata-Kata" Kurt Cobain

Kutipan "Kata-Kata" Chairil Anwar

Kutipan "Kata-Kata" AXL Rose

Kutipan "Kata-Kata" Benyamin Sueb

Kutipan Film - Spiderman 2

Kutipan Film - Spider-Man 2