Kutipan "Kata-Kata" Bernard Batubara


Bernard Batubara (Benzbara) menulis sejak tahun 2007 dan sudah menerbitkan 14 buku. Saat ini tinggal di Yogyakarta, bekerja sebagai penulis dan editor lepas. Selain menulis dan membaca, ia juga hobi menyeduh kopi.

Kutipan :

"Kau lah yang memiliki kuasa atas dirimu sendiri. Jalan yang kau lihat akan selalu gelap kalau kau memandangnya demikian. Aku percaya di dalam hatimu masih ada matahari kecil yang kau tutupi. Bukalah sejenak. Dan kau akan menyadari betapa indahnya pelangi yang selama ini kau hindari. Perasaanmu itu."

"Setelah gemuruh beserta bising petir dan pemandangan kelam yang dibawa awan - awan hitam, ada pelangi yang selalu mengingatkanmu bahwa kehidupan selalu bisa dinikmati dengan cara yang lebih baik."

"Cinta itu hitam dan putih ada gelap dan terang. Cinta gak selamanya penuh keindahan dan kejelasan, tetapi juga punya bagian gelap yang selalu bikin tersesat."

"Cinta tak pernah mulus. Semakin panjang semakin rumit, semakin sulit pula menjaganya agar tak tumbang dihajar angin kencang atau jatuh tersandung kerikil."

"Seperti lukisan yang sangat indah, namun tak terjelaskan. Seperti rasa perih dan kehilangan yang tersamarkan oleh cinta yang sebentar."

"Jika memang hujan itu masalah buatmu, mestinya kau menghadapinya langsung, bukan malah menghindarinya dengan memakai payung. Kau tidak menikmati hidup jika terus lari dari masalah."

"Balikan lagi sama mantan tuh ibarat mungut lagi bekas makanan yang udah lo buang. Mau lo makan lagi? Hebat!"

"Gak selamanya cinta itu penuh kejelasan. Gak selamanya cinta itu pasti, pasti hitam dan pasti putih. Pasti menderita dan pasti bahagia. Pasti jatuh cinta dan pasti gak jatuh cinta. Pasti senang dan pasti kecewa. Pasti jadian dan pasti putus."

"Ibarat ranting pohon patah, mau disambung pakai apa juga nggak bakal bisa balik keadaannya kayak semula."

"Sesuatu yang berwujud satu, tetapi memiliki dua nama: luka dan kenangan. Yang satu membuatmu ingin melangkah jauh, yang satu lagi memaksamu untuk mendekat lagi. Tarik menarik antara mereka biasa kau sebut: cinta."

"Pengkhianatan lebih menyakitkan daripada maraton bertelanjang kaki, kau tahu? Katakan kepadaku apa yang lebih buruk daripada seorang sahabat yang merebut kekasihmu?"

"Namun sekarang yang kupunya hanya sepasang kaki yang ingin berlari lebih jauh dan napas yang ingin membuang lebih banyak. Aku ingin meninggalkan kenangan pahit itu sejauh yang aku mampu. Dan aku tahu aku mampu. Atau kukira, aku mampu."

"Aku hanya setitik embun dan menemanimu sebentar saja, setelah itu aku akan menguap atau jatuh ketanah dan mati."

"Cinta adalah menutupi kekhawatiranmu demi ketenangan orang yang kamu cintai."

"Cinta itu harus tegas. Kalo iya, harus iya, kalo nggak, harus nggak. Harus ada batasan yang jelas antara cinta dan gak cinta. Harus diperjelas antara suka dan gak suka."

"Bilang gak bilang pun, kamu akan tetap punya risiko kehilangan orang yang kamu cintai."

"Jatuh cinta pada pandangan pertama? Semua orang megatakan itu hal yang klasik dan klise. Sekaligus tak masuk akal dan kekanak-kanakan. Tetapi apa yang masuk akal mengenai cinta?"

"Kepada daun; sebagai setitik embun, tak ada yang bisa kuberikan selain sejuk tubuh rapuhku. Aku akan segera mati, cintailah embun yang lain."

"Apa artinya luka kalau ia tidak memberikanmu pelajaran apa apa."

"Biarlah yang indah cukup kekal sebagai hal yang sudah jauh terlewati dan tak perlu dikunjungi lagi."

"Hati yang rusak memang mencintai kenangan, walau sadar didalamnya banyak luka dan kekecewaan yang tak pernah sembuh. Itulah manusia semakin sakit semakin ingat."

"Aku tahu kau tidak tahu tentang perasaanku dan hal-hal lain yang selama ini aku simpan untukmu. Tetapi kau harus tahu, aku masih mencarimu. Di semua tempat yang aku datangi. Di semua sudut yang kulewati. Maybe you will be there."

"Kenangan itu keparat. Ia tidak akan berhenti menyerang kepalamu, bahkan semakin beringas tepat pada saat kamu berusaha untuk melupakannya."

"Kita semua menungggu, dan terus menunggu. Hingga kita mejadi semakin tua dan tak mampu lagi menahan harapan, lalu mati ditebang atau terkubur dalam penantian."

"Kepada embun; sebagai tepian daun, tak ada yang bisa kuperbuat selain menjaga dan memperhatikanmu. Jika kau ingin jatuh, jatuhlah perlahan."

"Cinta adalah membiarkan semesta merawatmu saat kamu merawat orang yang kamu cintai."

"Kenangan adalah benda yang diam (jika ia bisa disebut benda). Tidak bergerak dan menetap seperti guci di sudut rumah yang tidak berpenghuni. Bisu dan angker. Ia menentang hukum waktu yang selalu bergerak. Ia tidak berubah bentuk. Ia terbingkai dan bingkainya ikut abadi selamanya. Ia tidak bisa dihapus. Ia permanen. Melekat seperti roh pada jasad dan jasad pada roh. Tidak seperti kehidupan, ia tidak menginginkan perubahan. Ia tidak bisa berubah. Ia tidak bisa diapa-apakan selain diterima sebagai bagian dari sejarah dan riwayat seseorang."

"Mustahil jatuh cinta atau mencintai seseorang tanpa terlibat dengan berbagai masalah. Masalah dengan diri sendiri, masalah dengan objek yang dicintai, masalah dengan orang-orang dan lingkungan sekitar yang jatuh cinta dan yang dicintai. Masalah dengan rasa cinta itu sendiri."

"Sebagai angin, tak ada lagi yang membuatku gembira selain berkelana dari satu pagi ke pagi lain, singgah sebentar dan berangkat pagi."

"Pacar lebih merepotkan ketimbang senjata."

Pages : 1 | 2

Komentar

Kutipan Terpopuler

Kutipan "Kata Bijak" Buddha

Kutipan "Kata-Kata" Chairil Anwar

Kutipan "Kata-Kata" Kurt Cobain

Kutipan "Kata-Kata" AXL Rose

Kutipan Film - Spiderman 2

Kutipan Film - Spider-Man 2